Berawal dari akhir desember 2013, aku berniat untuk mengubah dalam arti memperbaiki kualitas diri. Perubahan yang aku inginkan adalah perubahan ke arah positif yang intinya ingin semakin dekat dengan Allah. saat pergantian tahun hijriah keinginanku sudah menjadi list dalam niatan perubahan dan kali ini adalah menjelang pergantian tahun baru aku memeohon pada yang memiliki hatiku, Dzat yang Maha membolak balikan hatiku agar aku ditetapkan pada kebaikan dan selaliu dibimbing pada jalan LurusNya., aaamiiiin.
Saat itu ba'da isya aku buka temanku si Unyu (Notbook) dan aku mulai berselancar didunia maya, membuka situs-situs tentang loker, dan membuka jejaring sosial pun tak ketinggalan :) . Aku terlalu menikmati jejaring sosial di fb, ketika itu aku membaca status dari wanita inspirasi muslimah yaitu Oky Setiana Dewi yang isinya tentang hadist keutamaan membaca Al-Qur'an dan dibawahnya tertulis ajakan pendaftaran pada komunitas ODOJ (One Day One Juz). aku teringat ceramah ustad Yusuf Mansur tentang metode ini pada salah satu acara yaitu Wisata Hati, aku jadi ingin menerapkannya dan aku berfikir untuk mendaftar. Sejenak aku ragu, takut aku tidak bisa menyelesaikan 1 juz dalam 1 hari namun hati kecilku berkata ini adalah jalan kebaikan InsyaAllah bisa dan Allah pasti bantu hambanya untuk beribadah padaNya. akhirnya Bismillah aku beranikan diri untuk mengetik sesuai format yang diintruksikan dan mengirim ke salah satu nomor yang direkomendasikan untuk pendaftaran.
Saat itu aku adalah seorang pegawai perusahaan yang bergerak dibidang property yang terletak di Rancaekek-Majalaya Km.1 yaitu RTC (Rancaekek Trade Center) Bandung, posisiku saat itu sebagai seorang kasir, dimana seluruh pembayaran yang berkaitan dengan kios akan dibayarkan kepadaku. Selama hampir satu tahun aku menjalani profesi sebagai kasir, walaupun berat namun karena ingat kondisiku yang sedang butuh biaya hidup ditempat orang apalagi aku sambil kuliah jadi aku pertahankan diri untuk terus bertahan disini. yach itung-itung membantu biaya orang tua karena orang tuaku menanggung biaya kuliahku jadi aku fikir untuk biaya sehari-hari aku harus bisa menutupinya :).
Alhamdulillah akhirnya aku bisa lulus di bulan oktober 2013 dengan banyak cerita dan perjuangan yang sangat menakjubkan, bercampur antara sedih, bingung, resah, hampir putus asa, senang, gembira dan lainnya menyelimuti perjuanganku. Rencanaku selanjutnya adalah mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan yang aku inginkan selama ini. Ya selama ini alku ingin menjadi guru namun aku salah jurusan aku kuliah bukan pada bidang pendidikan namun semangatku untuk menjadi guru tak patah arang dengan kemampuanku yang aku dapat pada bangku kuliah tentang komputer aku beranikan diri untuk melamar ke sekolah-sekolah.
Pada awal desember aku memutuskan agar tidak lagi bekerja dengan menghitung uanmg, selain resikonya besar kebetulan aku sudah lulus kuliah, jadi aku bisa melamar dengan ijazah baruku :) . Aku teringat info dari temanku yang saat aku sibuk menyusun skripsi dia memberitahuku tentang sekolah yang baru dan membutuhkan banyak guru muda apalagi kepseknya lebih menyukai yang baru lulus. nah bisiku mungkin ini kesempatan bagiku tapiu kerena saat itu aku masih fokus pada sidang jadi aku mengabaikannya. kali ini aku menghubungi temanku lagi dan akhirnya aku dapatkan kontak yang memberi info loker guru pada sekolah yang bersangkutan.
Singkat cerita aku bertanya pada email sekolah tersebut tentang info loker yang aku terima sekitar bulan september lalu, dua hari kemudian aku baru membuka email. dan ternyata ada balasan dari sekolah tersebut yang menyatakan masih ada loker jika berminat silahkan datang ke sekolah langsung. akhirnya pada tanggal 10 Desember 2013 akupun datang kesana, setelah ngobrol (interview tak langsung) akhirnya aku jujur kalau aku masih kerja di RTC dan blm resmi keluar dan aku sudah mengajukan pengunduran diri itupun akan berlaku diakhir bulan Desember . Setelah mendengar keteranganku ibu wakasek memintaku untuk membereskan urusanku dengan perusahaan yang terkait agar disaat ngajar nanti tak menjadi dilema. tadinya beliau berkata akan memasukan aku pada awal semester genap nanti namun setelah mendengar ceritaku jawaban yang ada kalau memungkinkan akan dimasukan di semester genap namun jika tida memungkinkan akan dimasukan pada awal tahun ajaran baru.
Aku pasrah dengan semua keadaan, tadinya aku bersemangat karena ada pencerahan setidaknya aku keluar dari RTC tidak nganggur sama sekali namun setelah kata "kalau memungkinkan" aku jadi galau antara keluar atau tidak dari RTC. Apalagi atasanku merayu untuk tidak keluar dulu, namun aku benar-benar sudah jenuh disana aku sudah tak sanggup lagi dengan resiko yang berat tanpa ada back up dari perusahaan. yah mungkin inilah cara Allah menguji niatanku, akhirnya aku diskusikan dengan orang yang paling berjasa dalam hidupku, aku jelaskan secara rinci tentang proses aku keluar dan kemungkinan menjadi apa yang aku cita-citakan pada wanita yang paling mulia, wanita yang begitu mencintaiku...yah dia ibuku tercinta. dan akhirnya ibuku menyarankan agar aku tetap keluar, apapun yang terjadi nanti, dimasukan pada semester ini atau ajaran baru itu urusan nanti biarkan Allah yang mengatur itulah intinya yang beliau sarankan padaku.
Awal januari yang diperkirakan aku sudah tidak lagi bekerja di RTC ternyata Allah berkehendak lain, ada sebagian laporan pertanggungjawabanku harus direvisi dan ini menyebabkan aku harus berada diperusahaan itu dan merevisinya. mungkin ini yang terbaik menurut Allah, liburan anak sekolah berakhir pada tangggal 6 Mei 2014, aku teringat ucapan Ibu wakasek "jika sudah selesai kalau bisa kesini saja, jika memungkinkan kami masukan ibu pada semester ini, namun jika tak memungkinkan maka akan kami masukan pada ajaran baru". Senin, 6 Januari akhirnya akupun kesana untuk memastikan apakah aku bisa masuk pada semester ini atau tidak?, sesampainya aku disana ternyata aku disambut oleh kepala TU yang juga merangkap sebagai guru, beliau menginformasikan bahwa Ibu wakasek sedang tidak ada ditempat, beliau sedang mengurus data sekolah ke Dinas dan itu akan membutuhkan waktu yang lama. Kepala TU tersebut akhirnya menyarankan untuk menunggu atau besok datang kemabali, dan akupun memilih untuk kembali besok lagi.
Pada saati itu aku sebenarnya masih bekerja namun aku mampir sebentar kesekolah heu...dan besoknyapun seperti itu seperti pada hari sebelumnya yang bersangkutan belum bisa bertemu denganku, sepulang dari sekolah itu dengan berjalan menuju jalan raya (jarak antara jalan yang terlewat angkot jauh) aku mulai berfikir apakah Allah belum menghendaki aku mengajar pada semester ini y? pembelajaran sudah dimulai dua hari ini..hhmmmmm hatiku agak resah dan penuh tanya mencoba membaca pesan yang tersirat, mencoba membaca apa yang Allah tunjukan dari kejadian ini yang harus aku tadddaburi? akhirnya aku berpositif thingking mungkin aku belum siap untuk menjadi seorang pengajar, mungkin aku harus di RTC dulu.
Kembali lagi ke pendaftran ODOJ, aku akhirnya mendapat sms dari admin group untuk memastikan bahwa aku siap/tidak mengikuti ODOJ. di group whatsap pun aku sudah dimasukan dan aku sudah memperkenalkan diri dalam hatiku aku berdo'a "Bismillah ya Allah ini jalan yang baik, semoga Engkau mudahkan..aaamiiin" ada rasa ketakutan kalau aku tidak bisa menyelesaikan bagian Juz q tiap hari, karena memang sebelumnya aku hanya membaca Al-qur'an semood hatiku saja dengan dalih "yang penting tiap hari baca walaupun dikit" heeu..itu pemikiran dulu. :)
Saat itu awal januari, sekitar tanggal 7 Januari group ODOJ ku mulai aktif bertilawah dengan bagian juz masing-masing dan kebetulan aku mendapatkan Juz 21. laporan terus berjalan.